Pengurusan PTSL di Kel. Cipedak Diduga Marak Pungli

Pengurusan PTSL di Kel. Cipedak Diduga Marak Pungli

Jakarta, Beritametrolima.com,- Paska terungkapnya kasus pungutan liar pada program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), di Kelurahan Gandaria Utara, Jakarta Selatan, kini muncul kasus serupa di Kelurahan Cipedak.

Sumber Beritametrolima.com berinisial AN, mengaku dirinya harus mengeluarkan uang Rp 3 juta agar bidang tanahnya bisa diurus oknum pengurus RT 03 RW 02. “Saya diminta Rp 3 juta agar bisa diurus tanah saya dalam program PTSL,” katanya, Kamis (23/8).

AN menambahkan, biaya sebesar itu dikatakan pengurus PTSL untuk biaya administrasi seperti materai, uang transport untuk bolak balik ke BPN, dan biaya lainnya. “Iya katanya untuk biaya materai, transport dan lainnya,” papar AN.

Ketua Kelompok Masyarakat  Sadar Tertib Tanah (Pokmasdartibnah) Kelurahan Cipedak, M Ali, ketika akan dikonfirmasi, Kamis (23/8), dikatakan Kasie Pemerintahan dan ketertiban, Efendi Budi Santosa, yang bersangkutan tidak berada di tempat. “Ketua Pokmasdartibnah, Pak M Ali, tidak ada,” katanya.

Kasie Pemerintahan dan Ketertiban, Efendi Budi Santosa, ketika ditanya tentang persoalan dugaan pungutan liar di program PTSL, mengaku tak tahu menahu, dan menyebut bahwa semua pengurusan PTSL ada di tangan Ketua dan anggota Pokmasdartibnah. “Semua urusan PTSL ditangani Pokmasdartibnah,” jelasnya.

Seperti diketahui, maraknya pungli pada pengurusan PTSL di Jaksel, diakibatkan tidak transparannya sejumlah oknum Ketua dan anggota Pokmasdartibnah kepada warga, terkait biaya pengurusan PTSL, dan hal tersebut diduga disengaja guna meraup rupiah.

(AP, wo/Gun)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan