Pemkot Jaksel Gelar Monitoring Dan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan di Prov.DKI Jakarta

Pemkot Jaksel Gelar Monitoring Dan Evaluasi Penanggulangan Kemiskinan di Prov.DKI Jakarta
Walikota Tri Kurniadi, Askera Makmur, Kepala KPMP Kelik Miyarto dan wakil ketua TP PKK Jaksel hadir dalam Monev penanggulangan kemiskinan

Beritametrolima.com, Jakarta – Kegiatan Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan kemiskinan tingkat Kota Adm. Jaksel ini didasarkan dari beberapa aturan Peraturan gubernur nomor 77 tahun 2011 Koordinasi tentang tim Penangulangan Kemiskinan. Peraturan Gubernur nomor 53 tahun 2007 tentang arah kebijakan dan strategis penanggulangan kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta.

Kita sadar bahwa kemiskinan di jakarta selatan sudah mulai berkurang karena program-program yang kita lakukan dapat menyentuh. Namun masih ada dibeberapa titik yang terus kita gencarkan,”ujar Tri Kurniadi didampingi kepala KPMP Kelik Miyarto saat membuka acara . Monitoring dan Evaluasi Penanggulangan kemiskinan tingkat Kota Adm. Jaksel di R.Serbaguna kantor walikota Jakarta Selatan, Selasa (18/10).

Menurut sumber data terpadu fakir miskin provinsi DKI Jakarta, Rumah Tangga Sasaran (RTS) di Jakarta Selatan masih ada 36.811 RTS, 144.986 orang dengan dibagi 4 desil (kewilayahan) rincian : Desil 1 : 19.037 RTS (79.915 orang), Desil 2,    5.817 RTS ( 22.415 orang), Desil 3,    5.764 RTS ( 20.102 orang), Desil 4,  6.193 RTS (22.554 orang)

Peran kita selaku pemerintah harus sinergis, sistematis, dan terencana antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat yang fungsinya untuk mengurangi jumlah penduduk miskin.

Tri Kurniadi harapkan para SKPD/UKPD dalam menjalankan programnya harus sinergis untuk menangulangi kemiskinan. Lakukan penanganan dan koordinasi dengan benar.

Saya rasa di Jakarta itu harusnya kemiskinan jauh berkurang karena sudah banyak sekali bantuan yang kita berikan seperti bantuan KJP, KJS, Bus Sekolah gratis, rumah susun, PPMK, Gakin, Bea Siswarawan putus sekolah, BOP, PKH, BOS, KUBE, PNPM MPK, Raskin, BLPS, BKM, BSM, Jamkesmas dan yang lainnya harusnya harus berkurang jauh kemiskinan di Jakarta,”tegasnya..

Tri tambahkan penangulangan kemiskinan hasilnya belum merata disebabkan antara lain,
belum optimalnya program SKPD dan UKPD dalam rangka penanggulangan kemiskinan.
“Lemahnya koordinasi lintas sektoral masing-masing SKPD/UKPD dan dunia usaha dalam rangka penangulangan kemiskinan, Lemahnya pendampingan harus kita berikan pendampingan yang tepat dalam pemberian bantuan. Lemahnya kesadaran masyarakat untuk bangkit berjuang,”tegasnya. (To/Jat)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.