Pangulu Nagori Land Bouw Diduga Perkaya Diri dari Dana Desa

Pangulu Nagori Land Bouw Diduga Perkaya Diri dari Dana Desa
Gundukan tanah galian paret yang dibiarkan begitu saja oleh kontraktor

Gundukan tanah galian paret yang dibiarkan begitu saja oleh kontraktor

Beritametrolima.com, Simalungun – Salah satu program Presiden Joko Widodo adalah memajukan desa,agar masyarakat pedesaan lebih sejahtra.Program Presiden diwujudkan dengan mengucurkan dana desa APBN  2016 ke setiap desa (Nagori).Masing masing desa menerima bantuan ratusan juta rupiah, Dana desa tersebut dicairkan ke rekening desa dan dikelola aparat Nagori dan penanggung jawab anggaran sepenuhnya Pangulu (Kepala Desa).

Pangulu sebagai penanggung jawab anggaran sebelum melakukan kegiatan penggunaan anggaran,terlebih dahulu melakukan musyawarah desa apa yang akan dibangun untuk kepentingan masyarakat desanya.

Program Joko Widodo ini tidak serta merta terlaksana dengan baik,sesuai yang diharapkan masyarakat desa.”Pantuan dilapangan masih banyak ditemukan kejanggalan dan penyimpangan dalam menggunakan anggaran dana desa ini sehingga kurang dirasakan masyarakat desa”.

“Kejanggalan dan penyimpangan yang banyak ditemukan dilapangan antara lain bangunan fisik yang sedang dibangun aparat Nagori”. Pangulu diduga memonopoli anggaran dana desa,dan kurang transparan dalam penggunaan anggaran kepada masyarakat,yang dapat diindikasikan dana desa dikorupsi Pangulu.

Salah satu Nagori yang dana desanya diduga dikorupsi Pangulu adalah Nagori Land Bouw kecamatan Bandar kabupaten Simalungun. Pangulu Edi Suprapto diduga  memonopoli anggaran dengan tidak melibatkan aparat Nagorinya dia diduga bekerja sendiri,termasuk belanja matrial bangunan.

“Selain itu Pangulu Nagori Land Bouw Edi Suprapto juga tidak transparan kepada warga dalam memberikan informasi terkait dana desa yang masuk ke rekening Nagorinya.
Pantauan dilapangan proyek pembangunan paret pasangan yang sedang dibangun diduga dicuri Pangulu Edi Suprapto.” Volume fisik paret pasangan itu tidak sesuai RAB.

Abdul Karim bendahara Kaur Pembangunan Nagori Land Bouw mengaku tidak menahu tentang dana desa di Nagorinya, karena tidak dilibatkan.”Saya tidak dilibatkan,semua Pangulu yang kerjakan pak”,ujar Abdul saat ditemui dilokasi (22/11).Abdul dengan tegas mengatakan kalau belanja matrial adalah Pangulu dan bukan saya. Dananya juga saya tidak tahu karena semua Pangulu yang handel kata Abdul.

Masih kata Abdul kalau dia sangat kecewa karena gundukan tanah bekas galian paret itu dibiarkan begitu saja. Karena gundukan tanah itu jadi penghalang untuk mobil melintas terpaksa saya mengeluarkan uang pribadi untuk menyuruh warga untuk meratakan tanah gundukan itu.

“Padahal sebenarnya kalau gundukan tanah itu seharusnya diratakan,karena biayanya sudah dimasukkan di RAB kesal Abdul Karim yang mengaku kalau Pangulu Edi Suprapto juga berprofesi Pemborong.”Dia pemborong juga pak,dan lagi ada proyeknya di Aceh”,beber Abdul.

Sementara itu Witri kaur pembangunan Nagori Land Bouw yang dihubungi via ponselnya langsung menemui awak media,dia terlihat gugup saat dikonfirmasi.Witri memilih diam saat ditanya tentang tehnis pekerjaan paret pasangan yang sumber dananya dari dana desa APBN 2016.”Dia mengaku kalau dia bukan orang tehnik.Saat disinggung kenapa bendahara Kaur pembangunan tidak dilibatkan,Witri enggan menjawabnya.

Tambunan yang memantau langsung pengerjaan paret pasangan ini mengatakan kalau pengerjaan proyek paret pasangan ini tidak sesuai jukdis.”Mekanisme penggunaan anggaran dana desa ini sudah melanggar aturan dan Undang undang desa”tegas Tambunan.

“Saya minta agar dana desa Nagori Landa Bouw ini diusut aparat penegak hukum,karena sarat dugaan korupsi”.Saya patut curiga karena dari pengangkatan kaur pembangunan saja,Pangulu Edi Suprapto mengangkat yang bukan orang tehnik,dan itu dapat diindikasikan kalau Pangulu ingin menyelewengkan dana desa ini”,kata Tambunan.

Saya menduga kalau dana desa ini dia gunakan untuk membiayai proyek dia yang di Aceh yang sedang dia kerjakan.Kalau hal itu benar,maka Edi Suprapto memperkaya diri sendiri dari dana desa bantuan Presiden Joko Widodo.

Terpisah Pangulu Edi Suprapto yang dihubungi via ponselnya mengatakan kalau pengerjaan paret pasangan itu sudah sesuai jukdis,dan tidak ada yang salah” katanya sambil mematikan ponselnya. Hasudungan P

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan