Menu Gudeg Jadi Perekat Keakraban Sandiaga dan Yusuf Mansur

Menu Gudeg Jadi Perekat Keakraban Sandiaga dan Yusuf Mansur

Bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno menyempatkan diri menemui ustaz Yusuf Mansur di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (31/8). Keduanya tampak akrab bercengkerama makan siang sebelum melangsungkan salat Jumat.

Mereka berdua menyempatkan diri makan gudeg sebagai makan siangnya. Di tengah kesempatan itu, ada saja warga yang mengambil kesempatan foto selfie baik dengan Sandi ataupun Yusuf.
Sandiaga dijadwalkan salat bersama dengan Yusuf salat Jumat di Masjid At Taqwa. Mereka tampak akrab membicarakan banyak hal. Belum diketahui apa yang menjadi topik pembicaraan mereka.

Kehadiran Yusuf menarik perhatian karena pada malam sebelumnya dia berkunjung ke rumah kandidat cawapres Ma’ruf Amin. Sempat bergurau kedatangannya ke sana untuk membahas tim kampanye Joko Widodo-Ma’ruf, Yusuf menegaskan hanya membicarakan persoalan ekonomi.
Kendati begitu, Ma’ruf Amin semalam menyatakan Yusuf Mansur masuk ke dalam tim kampanye nasional Jokowi.

“Pokoknya Yusuf Mansur ikut. Ikut bersama,” ujar Ma’ruf.

Apresiasi Putusan Bawaslu

Sandiaga mengapresiasi putusan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menyetop pengusutan dugaan mahar politik. Sandiaga menganggap putusan tersebut sesuai dengan keyakinannya sejak awal.

“Saya kan sudah bilang. Satu, saya bantah itu tidak benar, saya siap klarifikasi,” kata Sandi yang ditemui setelah menjenguk istri dari Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj di RS Medistra.

Sandi mengapresiasi dan menghormati kinerja Bawaslu atas putusan yang mereka hasilkan itu. Menurutnya isu ini sedari awal penting untuk diangkat agar mengilangkan keraguan yang ada di benak publik.

“Dan saya sepakat isu itu harus diproses secara terang benderang supaya tidak ada keraguan lagi,” imbuhnya.
Bawaslu telah memutuskan laporan atas dugaan mahar politik yang melibatkan Sandiaga Uno, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Amanat Nasional (PAN) tidak terbukti secara hukum.

Dari sejumlah bukti yang ada, termasuk pemeriksaan saksi kunci Andi Arief yang tak pernah terwujud, Bawaslu akhirnya berkesimpulan demikian.

“Bahwa terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat dibuktikan secara hukum,” kata Ketua Bawaslu Abhan, melalui keterangan tertulisnya.
Cn/Fil

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan