Giliran Ketum PPP Masuk KPK

Giliran Ketum PPP Masuk KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memeriksa kembali Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi terkait suap dana perimbangan daerah. KPK meminta Romi untuk kooperatif dan memenuhi pemeriksaan, Kamis (24/8), seperti dilansir Liputan6.com.

“Kami harap saksi bisa memenuhi panggilan tersebut karena kemarin tidak bisa hadir dengan alasan ada kegiatan lain, jadi kami harap hari Kamis bisa datang,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Sebelumnya, penyidik KPK memanggil Romi sebagai saksi dalam kasus dugaan suap dana perimbangan keuangan daerah dengan tersangka mantan PNS di Kemenkeu Yaya Purnomo, pada Senin 20 Agustus 2018. Namun, dia tidak hadir karena memiliki kegiatan di Jawa Tengah dan Yogyakarta dalam rangka Hari Raya Idul Adha.

“Tadi stafnya datang ke KPK. Menyampaikan tidak dapat hadir dipemeriksaan hari ini. Akan dijadwalkan ulang Kamis ini,” ucap Febri di Jakarta, Senin 20 Agustus 2018.

Pemeriksaan terhadap Romi diduga berkaitan dengan penyitaan uang Rp 1,4 miliar dan mobil Toyota Camry. Penyidik menemukan uang Rp 1,4 miliar saat menggeledah kediaman salah satu pengurus PPP di Graha Raya Bintaro, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Selain kediaman pengurus PPP, ada dua lokasi lain yang digeledah KPK. Dua lokasi itu yakni rumah dinas anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PAN dan salah satu apartemen di Kalibata City, yang diduga dihuni oleh tenaga ahli politikus PAN tersebut.

Dalam penggeledahan itu penyidik mengamankan dokumen terkait permohonan anggaran daerah dari penggeledahan tersebut. Satu mobil Toyota Camry ikut disita dari rumah dinas anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN itu.

Usai diperiksa selama tiga jam, kepada wartawan, Romi mengatakan uang Rp1,4 miliar yang ditelisik lembaga antirasuah merupakan temuan saat melakukan operasi penggeledahan di kediaman Wakil Bendahara Umum PPP Puji Suhartono.

“Ya, ditanya soal penyitaan uang di salah satu rumah fungsionaris PPP, dan saya memang tidak tahu, karena yang bersangkutan kan menjalankan bisnis-bisnis yang di luar urusan partai,” kata Romi.

Tak hanya itu, Romi juga dikonfirmasi seputaran tugas pokok dan fungsinya sebagai orang nomor satu di partainya tersebut. Mengingat, uang Rp1,4 miliar itu ditemukan disalah satu anggotanya.

“Tentu ini ditanyakan, karena ada fungsionaris PPP (Wabendum PPP) yang sebelumnya juga sudah diperiksa, sehingga saya ditanya tentang tugas pokok dan fungsi yang bersangkutan,” tutur Romi.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan