Yohanis Tulak Todingrara, ST : BPJN XVII Bakal Gelar Road Show Jalan Trans Papua Barat

Yohanis Tulak Todingrara, ST : BPJN XVII Bakal Gelar Road Show Jalan Trans Papua Barat

Sorong, Metrolima News,- Jalan Trans Papua di Papua Barat saat ini sudah terhubung,maka dalam waktu dekat Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XVII Manokwari  Papua Barat akan mengadakan road show sekaligus memantau dan mengevaluasi ruas jalan  trans Papua di Papua  Barat.

Demikian di sampaikan Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional wilayah XVII Manokwari Papua Barat, Yohanis Tulak Tondingrara.ST saat di temui di Sorong belum lama ini.

Lebih lanjut mengatakan, Jalan Trans Papua di Papua Barat terbagi menjadi dua segmen ruas yaitu segmen I  menjangkau Sorong-Maybrat-Manokwari (594,81 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari dan  segmen II meliputi Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua sepanjang 475,81 Km.

Kedua segmen tersebut bisa dilalui dengan jarak tempu sekitar 36 jam. Tulak menjelaskan dari panjang Trans Papua Barat 1.070,62 Km proporsinya 59 persen sudah beraspal dan 41 persen masih belum diaspal. Direncanakan dalam dua tahun kedepan jumlah jalan yang sudah diaspal dapat meningkat hingga 10 persen.“ syukurlah sejak akhir tahun 2017 segmen jalan Trans tersebut sudah tersambung dan kami lintasi saat ini,” kata kepala BPJN XVII.

Dia mengakui walaupun masih ada beberapa titik yang tingkat kemiringan jalannya masih harus ditangani. Menurutnya aspek geometrik jalan, daerah longsoran serta grade yang masih terlalu besar perlu segera mendapat perhatian.

Diungkapkan jika pemeliharaan jalan sebelumnya masih kurang, khususnya terhadap jalan-jalan yang sudah dibuka pada tahun 2011 dan 2012 sehingga kembali ditumbuhi pohon dan tanaman. Hal itu terjadi karena pada tahun-tahun sebelumnya belum ada alokasi dana pemeliharaan.“Tapi mulai tahun ini 2018, seluruh jalan yang terbuka ini sudah ada dana pemeliharaannya,” terang Kepala Balai.

Pihaknya pada 2018 juga akan melakukan pembangunan sejumlah jembatan pada Trans Papua Barat yang memang banyak melintasi sungai. Hingga akhir 2017, jumlah jembatan yang butuh dibangun atau tangani berjumlah 125 jembatan dengan ekuivalen sepanjang 3.350 meter. Strategi BPJN XVII dalam pembangunan jembatan tersebut adalah dengan semipermanen menggunakan bailey atau jembatan kayu.

“(Semua) kita tuntaskan di 2019, pada tahun ini sudah kita tangani pembangunannya 60 jembatan. Untuk teknik pembangunannya kita mengajak Pusjatan untuk memberi masukan,” ucapnya.

Pembangunan jalan Trans baik di Papua dan Papua Barat menghadapi tantangan kondisi alam berupa kontur pegunungan dan lainnya. Untuk mengatasi kondisi di lapangan tersebut Ditjen Bina Marga bekerja sama dengan Pusjatan. Penanganan Trans dilakukan dengan sistem kerja 3 shift. Untuk penggunaan material bangunan, pihaknya berupaya keras mengutamakan pemanfaatan bahan lokal seperti kapur / karang (lime stone) Papar Tulak .  Soter . R

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan