PSI Berharap Gerindra Tak Politisasi Peluru Nyasar di Gedung DPR

PSI Berharap Gerindra Tak Politisasi Peluru Nyasar di Gedung DPR
Sekjen PSI Raja Juli Antoni

Anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw tak percaya peluru yang melesat ke ruangannya di Gedung DPR karena salah sasaran latihan anggota Perbakin. PSI meminta Gerindra untuk tak mempolitisasi masalah peluru nyasar ini.

“Saya prihatin membaca berita ada peluru nyasar di gedung DPR,” kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan, Selasa (16/10/2018).

Meski begitu, pria yang akrab disapa Toni ini berharap Wenny Warouw dan rekan satu partainya tidak menjadikan masalah peluru nyasar ini masuk ke ranah politik. Selain Wenny, peluru nyasar juga masuk ke ruangan anggota Fraksi Golkar Bambang Heri Purnama.

“Berharap reaksi kawan-kawan Gerindra tidak lebay agar situasi politik kita tetap kondusif. Jangan politisasi peluru nyasar lah,” tutur Toni.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin itu pun berharap kasus peluru nyasar ini dapat diusut tuntas. Dengan begitu, kata Toni, pencegahan bisa dilakukan.

“Saya minta polisi segera mengusut kasus ini dan mencegah hal serupa tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Seperti diketahui, peluru nyasar masuk ke ruangan Wenny di lantai 16 Gedung Nusantara I Kompleks Parlemen dan ke ruangan Bambang di lantai 13, Senin (15/10) siang. Peluru hampir mengenai Wenny dan tamunya, serta staf Bambang.

Ketua DPR Bambang Soesatyo bersama Perbakin DKI dan Polda Metro Jaya meluruskan informasi mengenai penembakan di dua ruang anggota DPR itu. Peluru disebut berasal dari anggota Perbakin yang tengah latihan di Lapangan Tembak Senayan dengan jarak 400 meter dari Gedung Nusantara I.

Wenny tak percaya dengan penjelasan itu. Anggota Komisi III DPR tersebut meyakini tembakan bukan dari anggota Perbakin yang tengah latihan.

“Kalau memang dari lapangan tembak gampang begitu ketemu jenisnya, jenis senjata apa. Terus pelakunya ada di situ. Itu yang benar, jangan bilang ini nyasar, itu nggak boleh, seolah-olah itu menghilangkan jejak, jangan dong,” tukas Wenny.

(Dtk)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan