Pengadaan Partisi/ Penyekat Ruang Rp 110 Juta di Kec. Kebayoran Baru Beraroma KKN

Pengadaan Partisi/ Penyekat Ruang Rp 110 Juta di Kec. Kebayoran Baru Beraroma KKN

 Jakarta, Metrolima News,- Pasca pemberitaan di Metrolima News edisi 168 tentang dugaan penyerapan anggaran TA 2016, yang bermasalah, kini muncul informasi tentang dugaan KKN pada pengadaan partisi atau penyekat ruang di Kecamatan Kebayoran Baru Tahun Anggaran 2016.

Berdasarkan informasi dari sumber yang tak ingin disebutkan namanya, perusahaan rekanan yang meraih kegiatan tersebut adalah perusahaan itu-itu saja alias langganan, dan disinyalir dekat dengan salah satu ASN di Kec. Kebayoran Baru.

Sumber menambahkan, menangnya perusahaan rekanan itu, disebabkan “tekanan” yang dilakukan oleh oknum tersebut kepada Pejabat Pengadaan Tahun 2016, Suwardi. “Suwardi “ditekan” untuk menyetujui terpilihnya perusahaan milik Mr. S tersebut, dan lagi-lagi perusahaan tersebut yang menang,” kata sumber.

Suwardi yang saat ini berdinas di Wali Kota, ketika dikonfirmasi Metrolima News, Senin (15/5), mengakui dirinya ditekan oleh SI yang menjabat sebagai PPK. “Ya gimana ya mas, karena tanda kutip saya ditekan PPK, terpaksa saya iyakan saja perusahaan tersebut mendapat pengerjaan partisi di Kecamatan kebayoran Baru,” terangnya.

Suwardi menambahkan, dirinya memang tidak melakukan tugas dengan benar karena terpilihnya perusahaan tersebut tanpa lewat prosedur yang benar.

“Perusahaan milik S itu memang sudah lama menjadi langganan di Kecamatan Kebayoran Baru,” kata Suwardi.

Sementara, Sekcam Kecamatan Kebayoran Lama, Sjamjul Idris, ketika dikonfirmasi, Kamis (8/6), lewat hp-nya, belum memberi jawaban.

Sebelumnya, pengadaan makan minum di Kecamatan Keb. Baru Tahun Anggaran 2016, juga diduga bermasalah. Harga makanan per kotaknya dinilai kemahalan yaitu Rp 45.000 per boks.

Sumber Metrolima News yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, pada belanja makan minum Rp 84.600.000,- untuk kegiatan Pelaksanaan Penertiban dan Penataan di wilayah Kecamatan Kebayoran Baru, harganya dinilai kemahalan, yaitu Rp 45.000 per boks, dan snack Rp 15.000 per boks, serta dimenangkan terus oleh perusahaan yang itu-itu saja.

“Untuk makan minum serta snack diduga menggunakan penyedia yang itu-itu saja alias dimonopoli oleh perusahaan tersebut. Sementara penyedia snack adalah A-C, milik perorangan,” kata sumber. nwo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan