Pembangunan Stadion Mahakam Depok Mangkrak Anggaran Rp 9 Miliar Diduga Jadi Bancakan

Pembangunan Stadion Mahakam Depok Mangkrak Anggaran Rp 9 Miliar Diduga Jadi Bancakan
Kondisi pembangunan Stadion Mahakam yang mangkrak

Beritametrolima.com, Depok – Dinas Tata Ruang Dan Pemukiman Kota Depok pada tahun anggaran 2015 memperoleh dana dari bantuan Gubernur Jawa Barat sebesar Rp 9 milyar lebih. dana tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan stadion Mahakam yang berlokasi di jalan Mahakam Kelurahan Bakti Jaya RT07 RW.09 Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Sejak awal proses tender,diduga kuat telah terjadi  rekayasa yang dilakukan secara berjamaah oleh  ketua tim, dan para anggota panitia lelang dari Pokja 3 Unit Kerja Badan Layanan Pengadaan. untuk mencegah perusahaan peserta lelang lainnya yang juga mengikuti tender tidak bisa  menang. Maka disusunlah scenario, seluruh peserta lelang dalam persyaratan administrasi diwajibkan untuk menyediakan  23 personil tenaga ahli yang memiliki sertifikat  keterangan teknik  dan surat keterangan ahli (SKT dan SKA).

Namun, tak satu pun perusahaan peserta lelang yang mampu memenuhi persyaratan tersebut dan semua gugur, kecuali PT, JOGLO MULTI AYU. Perusahaan tersebut meski tidak jelas apakah tim panitia lelang telah melaksanakan verifikasi terkait  keabsahan SKT dan SKA yang  dilampirkan sebagai syarat administrasi, PTJOGLO MULTI AYU ternyata mampu menyediakan 23 personil  tenaga ahli sesuai persyaratan yang telah ditetapkan oleh panitia lelang.

Para  pemain yang berkepentingan dalam proyek tersebut selain  ketua panitia beserta tim panitia lelang disinyalir juga melibatkan oknum anggota dewan dari Propinsi Jabar, dan  oknum fungsionaris LSM, dan oknum kontraktor yang telah lama malang melintang bermain proyek di Pemkot Depok dan berani membayar fee di muka sesuai kesepakatan agar perusahaan yang  diikut sertakan dalam proses tender bisa  menjadi pemenang.

Demikian dikatakan Odjak Sihombing Ketua LSM Forum Komunikasi Pembangunan Daerah, pekan silam.

Odjak menambahkan, dugaan rekayasa lelang ini berjalan lancar tanpa ada rintangan berarti, akhirnya  PT.JOGLO MULTI AYU ditetapkan oleh panitia sebagai pemenang lelang karena mampu memenuhi persyaratan dimaksud, meskipun dengan penawaran amat rendah yakni, sebesar Rp 8.952.987.000  dari  pagu sebesar Rp 9.188800.000. artinya pemenang  hanya menawar Cuma turun  2,566% dari pagu anggaran yang tersedia.

“Coba bayangkan nawar cuma 2 % lebih sedikit kok bisa jadi pemenang tender? apa itu bukan rekayasa namanya? ujar Odjak sengit.

Sementara itu, sampai dengan berakhirnya kalender kerja  sebagaimana yang tercantum dalam rencana kerja dan syarat syarat dalam perjanjian kerja, antara Dinas Tataruang Dan Pemukiman pemerintah kota Depok dan PT JOGLO MULTI AYU selaku kontraktor pelaksana, pekerjaan pembangunan stadion Mahakam, diketahui ternyata hanya mampu menyelesaikan tak lebih hanya  60 % saja progresnya, sehingga Dinas Tata Ruang Dan Pemukiman sebagai dinas  pengelola kegiatan, mengambil kebijakan pekerjaan tersebut  oleh  Kania Parwati Kepala Dinas yang telah dimutasi, saat ini Kania Menjabat Sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup.

Melalui Kepala Bidang Tata Bangunan Dadan Rustandi selaku kuasa pengguna anggaran. Kania memerintahkan agar Pelaksanaan pekerjaan distop/di cut of dengan alasan kontraktor pelaksana tidak mampu mengerjakan dengan tuntas sesuai kalender kerja. anehnya saat di konfirmasi oleh Odjak Sihombing Ketua LSM Forum Komunikasi Pembangunan Daerah, Dadan bersikeras bahwa progresnya telah mencapai 85 %.

Dalam melaksanakan kewajibannya, PT JOGLO MULTI AYU selaku kontraktor pelaksana oleh Odjak Sihombing dinilai telah banyak melakukan  kecurangan yang berpotensi merugikan keuangan Negara. Modus operandinya dari  fakta yang amat jelas terlihat dilapangan diantaranya.

Masih kata Odjak, dalam pekerjaan  pemasangan tiang pancang sebanyak 24 titik, bentuk  pelanggarannya  diketahui bahwa pekerjaan pemasangan tiang pancang ternyata dilakukan dalam dua system. system ready mix dan system manual, artinya  pada saat melaksanakan pekerjaan pengecoran pada tiang pancang juga dilakukan memakai begisting kayu. Sehingga hasil pekerjaan tidak sesuai dengan yang diinginkan, posisi tiang pancang kondisinya menyedihkan, ada yang miring ke kiri dan miring kekanan tidak tegak lurus vertikal.

Padahal sesuai rencana kerja dan syarat di dalam dokumen  perjanjian kerja, dalam item pekerjaan pengecoran tiang pancang kontraktor pelaksana hanya diperbolehkan memakai scaffolding saja.

Odjak ketika diwawancara Metrolima News, mengatakan dirinya tak melihat Tim Monitoring Dari Dinas Dan Tim Konsultan Pengawas mengwasi pembangunan stadion tersebut.

Dirinya, kata Odjak, tahu persis bagaimana kondisi yang sebenarnya di lapangan. Demikian pula  soal bobot prestasi pelaksanaan Pekerjaan sesuai kondisi di lapangan. “Saya  memastikan progresnya tak lebih  hanya 60% yang mampu dikerjakan oleh kontraktor pelaksana,” ujarnya.

Sementara sumber lain media ini mengatakan, pada saat  kontraktor melaksanakan pekerjaan dilapangan, tak satupun terlihat tenaga ahli,yang terlihat hanya kuli dan mandor pengawas padahal kontraktor mengklaim punya 23 orang tenaga ahli, namun apakah mereka ber- SKT dan SKA? Belum bisa dikonfirmasi.

Terkait dugaan penyelewegan pembangunan stadion Mahakam, Metrolima News berusaha mengonfirmasi Kepala Bidang Tata Bangunan Kota Depok, Dadan Rustandi yang juga kuasa Pengguna Anggaran (PA) dan Kepala Seksi, Sriyanto, yang menjadi pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) hingga berita ini diturunkan belum bisa dikonfirmasi. Salah stafnya  selalu mengatakan Dadan dan Sriyanto sedang rapat. “Maaf bang, bapak sibuk, lagi rapat,” kata staf tersebut.

Terkait dugaan anggaran pembangunan stadion Mahakam sebesar Rp 9 miliar, yang diduga dijadikan bancakan, Metrolima News pada edisi mendatang akan mewawancarai Kepala Kejari Kota Depok. Meli

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan