Lika Liku Prostitusi : Pasang Foto Vulgar dan Banting Harga untuk Tarik Hidung Belang di Medsos

Lika Liku Prostitusi : Pasang Foto Vulgar dan Banting Harga untuk Tarik Hidung Belang di Medsos

Beritametrolima.com – Pilihan hidup sebagai pekerja seks komersial (PSK) terpaksa diambil Dessy (nama samaran) demi kelangsungan hidupnya.

Wanita mungil berparas cantik ini sudah empat tahun menjalani profesinya melayani hidung belang. Mulai dari orang biasa hingga pejabat sudah pernah dilayani Dessy.

Seiring perubahan zaman, wanita asal pulau Jawa ini, kini tak lagi menjaja diri di lokalisasi. Dessy pun mulai menjajakan diri lewat media sosial (medsos), yang dirasanya lebih efektif dalam menjaring pria nakal. “Sekarang pakai internet karena lebih cepat dapat pelanggan,” katanya.

“Dibanding di lokaslisasi, pakai internet lebih cepat dapat pelanggan, dan gak perlu pakai germo,” jelas Dessy.

Namun, Dessy tahu profesi seperti dirinya itu penuh persaingan, dan harus punya cara untuk tetap eksis dan bisa menarik pelanggannya.

“Salah satunya dengan banting harga, dan sewa apartemen supaya pelanggan tertarik, dan menanggap kita punya kelas sendiri,” tutur Dessy.

Cara yang dilakukan Dessy juga dilakukan Tina (bukan nama sebenarnya), yang tinggal di apartemen di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan. Tina memajang dirinya di Internet dengan foto vulgar dirinya.

Di beberapa aplikasi pertemanan, pelaku prostitusi online dengan gamblang menawarkan dirinya dengan tarif tertentu, lengkap dengan nomor telepon dan tempat eksekusi.

Ditanya mengapa memilih internet untuk menjajakan dirinya, Tina mengaku kalau di lokalisasi, terlalu vulgar. Kita seperti dipajang. Kelihatan banget kalau kita jualan. Kalau lewat online ya lebih nyaman saja. Orang-orang dekat kita tidak ada yang tahu karena pelanggan bisa dilayani di hotel, kos atau apartemen sewaan.

Tina bersama seorang rekannya menyewa sebuah unit apartemen seharga Rp3,2 juta per bulan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Alasan memilih apartemen, kata Tina, selain ia bisa hidup nyaman, tarif kencannya bisa terdongkrak.

Di beberapa aplikasi pertemanan, pelaku prostitusi online dengan gamblang menawarkan dirinya dengan tarif tertentu, lengkap dengan nomor telepon dan tempat eksekusi.

Penawaran itu biasanya disertai dengan memposting foto vulgar untuk menarik minat hidung belang.

Tina (bukan nama sebenarnya), seorang pelaku prostitusi online seperti dilansir Warta Kota, mengakui banyak alasan penjaja seks lebih nyaman beroperasi dan mencari pelanggan di jejaring sosial.

“Kalau di lokalisasi, terlalu vulgar. Kita seperti dipajang. Kelihatan banget kalau kita jualan. Kalau lewat online ya lebih nyaman saja. Orang-orang dekat kita tidak ada yang tahu karena pelanggan bisa dilayani di hotel, kos atau apartemen sewaan,” kata perempuan berusia 22 tahun itu.

Tina bersama seorang rekannya menyewa sebuah unit apartemen seharga Rp3,2 juta per bulan di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan.

Alasan memilih apartemen, kata Tina, selain ia bisa hidup nyaman, tarif kencannya bisa terdongkrak.

Sewanya dibagi dua. Bisa ketutup dengan saya dapat tiga pelanggan saja. Enakan seperti itu, pelanggan tidak perlu keluarkan uang lagi buat sewa hotel. Jadi kita bisa kasih harga lebih tinggi dikit karena include sama tempat,” jelasnya.

Tina memasang tarif Rp 800 ribu untuk sekali kencan atau maksimal dua jam.

Sehari, ia biasa melayani dua hingga empat hidung belang.

“Kalau pas nggak ada ya santai aja. Apalagi kan sekarang saingan banyak, pada promosi di medsos,” ujarnya.

Persaingan yang ketat itu, kata Tina membuat PSK online harus pandai memasang strategi.

Misalnya dengan memasang foto fulgar, termasuk menentukan tarif kencan kompetitif agar pelanggan tertarik membookingnya.

“Yang nggak laku-laku biasanya larinya ke tempat spa. Atau mereka cari rumah kos murah dan memberikan tarif murah untuk layani pelanggan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya sudah beberapa kali mengungkap kasus prostitusi online kelas kalap, yang melibatkan model, SPG, pramugari hingga artis.

Tarif untuk kencan bagi PSK papan atas ini, berkisar jutaan hingga ratusan juta rupiah. PSK online papan atas ini dikendalikan oleh mucikari. WK/Wo

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan