Misteri Lukisan Menyeramkan dan Berhantu

Misteri Lukisan Menyeramkan dan Berhantu
Misteri, Metrolima.com – Lukisan adalah salah satu bentuk seni yang paling misterius.
Berbagai tema dan pandangan diangkat untuk sebuah ide melukis.Beberapa orang
mengusung genre abstrak, beberapa lainnya mencoba style minimalis, ada juga
yang lebih suka menggambar objek hidup. Nah, perbedaan-perbedaan tersebut
terjadi karena tiap pelukis atau orang yang memiliki jiwa seni percaya bahwa tiap
tema atau style itu memiliki makna tersendiri.


Tak sedikit pula pelukis
yang lebih suka untuk menuangkan karyanya di atas kanvas untuk melukis sebuah
hal yang menyeramkan, beberapa di antaranya malah dianggap berhantu! Mau tau
hasil-hasil lukisan paling menyeramkan yang pernah ada di dunia ini?

Lukisan
Dipenggal Istri Sendiri

Lukisan
yang satu ini diberi judul Judith Slaying Holofernes. Merupakan sebuah karya
pelukis asal Italia, Artemisia Gentileschi, dan diciptakan pada sekitar tahun 1611 dan 1622.


Lukisan ini menggambarkan dua orang wanita, Judith danpelayannya, yang
tengah menggorok leher seorang jendral perang di saat Ia mabuk dan tertidur.Artemisia
mengaku bahwa dirinya terinspirasi oleh lukisan
dari Caravaggio, seorang pelukis aspek-aspek kekerasan dan kekejaman lainnya,
seperti yang dilansir situs Wikipedia

Lukisan Anak
Dimakan Bapaknya Sendiri

Kalau yang
sebelumnya kurang serem, bagaimana dengan yang satu ini? Berjudul Saturn
Devouring His Son, lukisan ini merupakan karya dari Fransisco Goya, seorang
pelukis asal Spanyol dan diterbitkan antara tahun 1819 dan 1823.


Lukisan ini menceritakan tentang sebuah
legenda raksasa yang bernama Cronus (Saturn) yang memakan anaknya sendiri.
Menurut suatu saat kekuasaannya sebagai raja raksasa
akan diambil oleh anaknya, sehingga sebelum terjadi hal buruk, Ia menyantap
sang anak.


Selain ceritanya
yang seram, lukisan ini memang memiliki ilustrasi yang tak kalah bikin
merinding. Iya gak? Lukisan ini hingga sekarang masih terpajang di sebuah
museum di Madrid, Spanyol. Berani lihat secara langsung?
Lukisan Wanita
Berambut Panjang di Hotel Tugu Malang

Lukisan wanita
berambut panjang ini adalah lukisan seorang
wanita bernama Oei Hui Lan, putri dari pria terkaya di Asia Tenggara pada abad
ke- 19, Oei Tiong Ham. Oei Hui Lan selalu mendampingi ayahnya berdagang ke
berbagai negara dunia, hingga akhirnya menikah dengan Wellington Koo, yaitu
salah satu duta besar Tiongkok.


Oei Hui Lan sempat
menceritakan kisah hidupnya dalam sebuah buku berjudul No Feast Last Forever
sebelum meninggal dunia pada tahun 1992 di usia 93 tahun. Lukisan di Hotel Tugu
ini merupakan salah satu peninggalan Oei Hui Lan, namun tidak diketahui siapa
yang melukisnya, konon lukisan besar perempuan cantik berambut panjang di dalam
ruangan khusus, jika kita memandangnya wanita dalam lukisan tersebut akan
menatap kita terus mengikuti bola mata kita memandang
Lukisan Hand Resist
Him

Pada
bulan Februari tahun 2000, sebuah lukisan berjudul Hand Resist Him dijual di
situs lelang e-Bay. Lukisan ini langsung menarik perhatian banyak orang. Mereka
yang melihat lukisan ini merasa bergidik dan banyak yang menyatakan jika
lukisannya berhantu. Sampai sekarang pun masih ramai dibicarakan netter apakah
lukisan ini ada hantunya atau tidak. Artis yang melukis Hand Resist Him adalah
Bill Stoneham (Stoneham Studios). Ia melukisnya pada tahun 1972


Anak
laki-laki dalam lukisan itu adalah dirinya sendiri. Jendela melambangkan
hubungan antara dunia nyata dan ghaib, tangan-tangan dijendela adalah entity
dari dunia ghaib, dan gadis kecil yang berbentuk boneka adalah pembimbing yang
datang dari dunia ghaib itu. Bill tidak tahu mengapa lukisannya bisa sampai ke
e-Bay dan dikategorikan barang telantar. Yang ia tahu adalah: pemilik galeri
tempat ia dahulu menjual lukisan ini dan seorang kritikus seni dari Los Angeles
Times yang pernah mereview lukisan ghaib ini, kini telah meninggal satu tahun
setelah lukisan tersebut dipamerkan.


Reaksi
dari orang-orang yang melihat Hand Resist Him bermacam-macam. Ada yang
melaporkan merasa sakit, pingsan, ada penampakan aneh di rumah mereka,
anak-anak kecil menangis terus tiap malam, 2 anak kecil dalam lukisan tersebut
hidup dan bercakap-cakap, dll. Beberapa malah terlalu takut untuk melihat
lukisan ini. Hand Resist Him laku dijual dengan harga $1025 dengan harga lelang
awal $199. Total ada 30 tawaran untuk membeli lukisan berhantu tersebut di
e-Bay.

Lukisan Bernardo de
Galvez

Bernardo de
Galvez adalah seorang jendral Spanyol yg membantu koloni Amerika dalam perang
kemerdekaan melawan Inggris. lukisan fotonya saat ini digantung di Hotel
Galvez, Texas. Aura misteri menyelimuti lukisan sang Jendral terutama bagi para
turis yang berfoto di dekat lukisan. Foto wajah sang Jendral dalam foto
tiba-tiba berubah menjadi tengkorak! Para pegawai Hotel yg kebagian shift malam
juga melaporkan, jari-jemari tangan kiri Jendral bisa bergerak-gerak.


Bukan
hanya itu, orang-orang yang memandanginya, mengaku kalau mereka merasa tidak
tenang dan merinding dengan sendirinya. Orang yang mencoba mengambil gambar
dari lukisan ini menggunakan kamera hasilnya akan selalu blur dan tak jelas.
Menurut sumber, orang yang ingin mengambil gambar dari lukisan ini harus minta
ijin dulu pada Bernando di depan lukisannya

Lukisan Nyi Roro
Kidul

Boleh
Percaya atau Tidak! Bila seseorang memandang lukisan Nyi Roro Kidul selama 15
menit maka akan terasa ‘kehadiran’ sesuatu yg sulit diungkapkan dgn kata-kata.
Beberapa orang pernah merasakan bulu kuduk ‘merinding’ lalu mencium harum bunga
melati dan kembang sedap malam selama beberapa detik. Ada juga yg melihat
sekelebatan kain hijau disertai sayup-sayup suara ombak pantai laut selatan
ketika menatap poster lukisan.


Dan
sampai kini tiga orang yang berani melukis sosok nyai kanjeng telah meninggal
diantaranya Basuki Abdullah tewas terbunuh dirumahnya sendiri, Suhardjo
sakit-sakitan kemudian meninggal dan yang terakhir Didik Suardi meninggal
setelah seminggu menyelesaikan lukisan Nyi Roro Kidul

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan