Kelangkaan BBM jenis solar husus para nelayan Manggar sehingga mereka tidak bisa turun

Kelangkaan BBM jenis solar husus para nelayan Manggar sehingga mereka tidak bisa turun

Beltim – Babel, melaut sebagai sumber penopang penghidupan ekonomi keluarga yang selama ini mereka lakukan.(8/11/2019)

Iyas adalah salah seorang nelayan warga Desa Puku Limau Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur ( Beltim-red) mengeluhkan atas kelangkaan kelangkaan BBM jenis solar tersebut membuat dirinya tidak bisa melaut.

“Ya pak, sekarang minyak (BBM Solar-red) susah didapat sudah satu bulan lebih, bagaimana ini pak sekarang sedang musim ikan, sedangkan minyak susah didapat ” keluhnya kepada awak media.

Lebih lanjut Ilyas menjelaskan bahwa dirinya berharap kelankaan BBM solar tidak berlangsung lama dan berhrap kepada yang berkompeten untuk mengupayakan agar pasokan BBM solar kembali normal.

“Mudah-mudahan solar cepat ada pak, mudah-mudahan pula bapak-bapak kita disana ( pihak yang berkompeten-red) cepat mengurusnya, kalau tidak kita nelayan bisa kesushan, sekarang ini sedang musim ikan naik, rugi pak kalau tidak bisa melaut, sedangkan melaut ini lah pekerjaan kami” ungkapnya menjelaskan.
Kepala Desa Puku Limau kecamatan Manggar Muhlusin juga ikut menyikapi atas kelangkaan BBM solar yang membuat warga Desanya 90% yang berpropesi sebagai nelayan dirinya juga merasa kebingungan.
“Desa saya ini (Desa Puku Limau-red) hampir semuanya menjadi nelayan karna Desa kami ini dipulau pak, kasian mereka tidak bisa melaut sedangkan saat ini sedang musimnya melaut “ungkap Kades.
Ayung Ketua KUD Cahaya Laut selaku pengelola SPDN menjelaskan bahwa kelangkaan BBM solar penyebabnya karna dari pasokan BBM solar dari SPDN KUD Cahaya Laut macet dikarnakan sudah habis kontrak dari Pertamina.
“Memang benar saat ini solar dari kita (SPBN KUD Cahaya Laut-red) macet, perlu kita ketahui penyebab kemacetan Solar itu dikarnakan dengan beberapa kendala seperti sudah habisnya masa kontrak kita dengan pertamina” jelasnya
“Untuk mengurus hal tersebut sudah kita lakukan, kita sekarang sudah membuat akta perobahan kontrak, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak yang terkait, alhamdulillah semuanya mendukung, untuk saat ini kita menunggu jawaban dari pihak Pertamina, harapan kita tentunya secepatnya, mengingat kebutuhan solar sifatnya orgen dan pokok karna ini menyagkut hajat hidup orang ramai” ungkap Ayung.(Hadi)

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan