#JusticeForAudrey, Viral Siswi SMP Dikeroyok Belasan Siswi SMA di Pontianak

#JusticeForAudrey, Viral Siswi SMP Dikeroyok Belasan Siswi SMA di Pontianak

PONTIANAK – Nasib malang dialami AY (14), warga Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Siswi SMP ini menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan siswi SMA di kotanya.
Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar menggelar konferensi pers terkait persoalan yang tengah menjadi perbincangan khalayak ramai tentang penganiayaan yang dilakukan oleh 12 pelajar dari berbagai SMA  terhadap seorang siswa SMP 17 Pontianak.

KPPAD selaku lembaga yang bergerak dibidang perlindungan anak akan memberikan pendampingan baik pada korban maupun pada pelaku.

Wakil Ketua KPPAD, Tumbur Manalu yang hadir saat konferensi pers menceritakan kronologi kejadian penganiayaan tersebut.

Tumbur Manalu menjelaskan bahwa kejadian pengeroyokan terhadap korban yang merupakan siswi SMP tersebut dua minggu lalu.

“Kejadian dua minggu lalu, Jumat (29/3). Namun baru dilaporkan pada orangtuanya, hari Jumat (5/4/2019) ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan,  kemudian kita dari KPAD  langsung menerima pengaduan,” ucap Manalu saat memberikan keterangan di Kantor KPPAD, Senin (8/4/2019).

Ia menjelaskan korban tidak melapor karena mendapat ancaman dari pelaku, pelaku mengancam akan berbuat lebih kejam lagi apabila korban melaporkan pada orangtua.
Cerita tentang AY ini ramai dibahas di media sosial Twitter hingga muncul tagar #JusticeForAudrey. Pada Selasa (9/4/2019), tagar tersebut menduduki posisi nomor 1 di Indonesia.

Salah satu akun yang menceritakan kisah AY adalah @syarifahmelinda. Hingga Selasa (9/4/2019), cuitan @syarifahmelinda di-retweets lebih dari 9.400 pengguna Twitter.

“Nasib kurang beruntung dialami oleh Ay (14), siswi SMPN 17 Pontianak yang menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan 12 orang pelajar berbagai SMA di Kota Pontianak,” cuit @syarifahmelinda.
Saat dikonfirmasi, polisi membenarkan pihaknya sedang menangani kasus tersebut. Polisi mengatakan berdasarkan laporan polisi yang diterima pihaknya, penganiayaan terjadi pada 29 Maret 2019.

“Kejadiannya benar, pastinya terjadi tanggal 29 Maret 2019 di wilayah Pontianak,” ujar Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Dony.
Dony menerangkan saat ini perkara pengeroyokan ditangani Polresta Pontianak. Ada tiga nama terduga pelaku yang dilaporkan oleh korban.

“Saat ini sudah ditangani oleh Polresta Pontianak, limpahan dari Polsek,” ucap Dony.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan