Jadi Pengumpul ZIS Tertinggi, Wagub DKI Apresiasi Pemkot Jaksel

Jadi Pengumpul ZIS Tertinggi, Wagub DKI Apresiasi Pemkot Jaksel

Jakarta – Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang berhasil menjadi pengumpul dana Zakat Infaq Shadaqah (ZIS) tertinggi di Jakarta selama lima tahun berturut-turut.

Hal itu dikatakan Sandi saat menghadiri kegiatan Peduli Ramadhan 2018 yang digelar oleh Pemerintah Kota Adminsitrasi Jakarta Selatan melalui Badan Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah (BAZIS) di Halaman Kantor Walikota Administrasi Jakarta Selatan, Selasa (22/5).

Menurut Sandi, keberhasilan Pemkot Jaksel dalam pengumpul zakat tertinggi di DKI ini akan dapat menginspirasi bagi wilayah lain untuk berlomba-lomba meningkatkan pengumpulan dana ZIS di wilayahnya masing-masing.

“Jakarta Selatan ini kembali menjadi pengumpul terbanyak zakat, infaq, sadaqah dan ini mudah-mudahan bisa menginspirasi wilayah-wilayah lain untuk berlomba-lomba di 10 hari pertama ramadhan ini,” kata Sandi.

Dalam acara tersebut, Sandi secara simbolis membagikan bantuan kepada 829 mutahiq yang terdiri dari anak yatim piatu, guru ngaji, guru PAUD, dan penjaga masjid atau marbot. Selain itu diberikan juga bantuan modal usaha bagi 50 pelaku UKM

“Kepada pelaku UKM yang mendapatkan bantuan diharapkan bisa membuka 200 sampai 300 lapangan pekerjaan baru di Jakarta Selatan bekerjasama dengan Bazis,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Kota Adminsitrasi Jakarta Selatan Tri Kurniadi menambahkan pihaknya akan terus menggali potensi-potensi yang ada untuk bisa mencapai target perolehan ZIS di wilayahnya.

“Kami giat mendekatkan para muzaki (pengusaha) yang bersedia memberikan ZIS-nya dan juga terus gali potensi yang ada,” kata Tri.

Tri mengungkapkan pada tahun lalu target pengumpulan ZIS mencapai Rp 32 miliar dan tercapai Rp 42 miliar. Jumlah tersebut paling tinggi dari lima wilayah kota dan kabupaten yang ada di Ibukota.

Kepala Bazis Jakarta Selatan Sutriana Lela mengatakan, para mutahiq akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta, sedangkan untuk 50 pelaku UKM akan diberikan bantuan sebesar Rp2 juta.

“829 mustahiq diberikan bantuan masing-masing Rp1 juta, sedangkan untuk 50 pelaku UKM yang diambil tiap masing-masing kecamatan sebanyak lima orang akan diberikan bantuan modal sebesar Rp 2 juta,” tutup Lela. Fil

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan