Irbanko Jaksel akan Cek Bangunan Bermasalah di Jagakarsa dan Pasar Minggu

Irbanko Jaksel akan Cek Bangunan Bermasalah di Jagakarsa dan Pasar Minggu

Metrolima News,- Maraknya bangunan bermasalah di Kecamatan Jagakarsa menjadi perhatian pihak Inspektorat Pembantu Kota (Irbanko) Jakarta Selatan.

Rahman, anggota tim pemeriksa dari Irbanko Jakarta Selatan, mengatakan pihaknya akan mengecek bangunan bermasalah di Kecamatan Jagakarsa, dan Pasar Minggu termasuk yang diberitakan Metrolima News dengan judul Bangunan Kafe di Jalan Jeruk Raya Bakal Dibongkar, dan Pengembang Nakal Bangun 4 Unit di Bawah Sutet Tanpa IMB. ” Kami akan lakukan pemeriksaan terkait laporan bangunan melanggar izin, termasuk yang diberitakan Metrolima News,” katanya, Kamis (3/8).

“Informasi tentang maraknya bangunan bermasalah di Jagakarsa memang terus masuk ke kami. Untuk itu, kami akan dilakukan pengecekan ke lokasi, termasuk melakukan pemeriksaan ke pihak Suku Dinas

Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) tingkat Kota dan Kecamatan,” ujar Rahman.

Seperti diketahui, pemberitaan Metrolima News edisi 171 mengungkap maraknya bangunan bermasalah di Jalan Jeruk Raya Kelurahan Jagakarsa, termasuk pembangunan di Saluran Utama Tegangan Tinggi (Sutet), yang tak diberi sanksi tegas oleh Sudin CKTRP Kec. Pasar Minggu.

Yang lebih anehnya lagi, 4 bangunan setinggi 2 lantai yang di bawah SUTET yang bernilai ratusan juta rupiah ini belum ada tindakan, padahal bangunan tersebut sudah di SEGEL namun tetap dikerjakan hingga hampir selesai.

Saat ini, kata sumber, tanda SEGEL, di lokasi tersebut sudah hilang, dan diduga dicopot oleh oknum pemilik.

“Dari pihak Sudin CKTRP Pasar Minggu pernah menyebut penyegelan akan berlanjut pada pembongkaran, namun lebih dari 14 hari belum ada tindakan. Cuma lip service alias basa-basi, pak,” kata sumber.

Sumber juga mengatakan, bangunan bermasalah tersebut tidak dibongkar karena pemilik bangunan kenal dengan oknum Sudin CKTRP Kecamatan Pasar Minggu. “Contohnya, Selasa (1/8) ada pembongkaran di Jl. Kuning, Pasar Minggu, bangunan hanya dibolongi, dua hari kemudian dirapikan kembali oleh pemilik. Kalau tak ada ‘main’ tak mungkin bisa dirapikan lagi, pak,” ujar sumber.

Maraknya bangunan bermasalah mulai dari tak ber-IMB, melanggar KDB, GSB, dan juga perubahan peruntukan menjadi “langganan” masalah di kawasan resapan tersebut.

Praktik pungli yang diduga dilakukan oknum PNS juga marak mengitari permasalahan di kawasan tersebut. Sejumlah warga menyebut Jagakarsa menjadi bisnis empuk

untuk pelanggaran perizinan, yang melibatkan banyak pihak.

“Tim Saber Pungli seharusnya turun lapangan, khususnya di Jagakarsa karena praktik pungli merajalela. Keluhan kami seolah tak didengar tentang hilangnya kawasan resapan ini. Lima tahun lagi mungkin tak ada lagi lahan resapan air yang tersisa di Jagakarsa,” kata Amir, warga Srengseng Sawah, Jakarta Selatan, Jumat (4/8).

nwo/ Gun

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan