Fernanda Edianto : Bukti Bahwa Karate Masih Beregenerasi di Medan

Fernanda Edianto : Bukti Bahwa Karate Masih Beregenerasi di Medan

Fernanda Edianto sebagai atlet karate mungkin masih kurang familiar ditelinga kita. Namun sosok inilah yang berhasil menyumbangkan medali pertama bagi Sumatera Utara di ajang bergengsi tahunan PON XIX 2016 lalu. Fernanda Edianto mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP USU ini berhasil menghadiahkan medali perunggu untuk Sumut. Pemuda kelahiran 8 April 1998 ini memulai menggeluti dunia karate semenjak kelas 2 sekolah dasar ketika ia bergabung di ekstrakulkuler karate yang diadakan oleh sekolahnya. Hingga sang pelatih melihat bakat potensial dari Nanda, hingga sang pelatih menyarankan kepada orang tuanya untuk menempah Nanda di pusat pelatihan karate. Ternyata benar saja Nanda menjadi karateka dengan berbagai prestasi.

Kejuaraan Piala Pemerintah Dalam Negeri di Lampung tahun 2009 merupakan kejuaraan nasional pertamanya, dan ia berhasil meraih medali emas. Kemudian Kejuaraan Nasional Kapolri di Semarang tahun 2012 yang juga mendapat raihan medali emas. Untuk cakupan internasional, Nanda sapaan akrabnya meraih medali emas dalam kejuaraan Silent Knight Karate Championship Malaysia di tahun 2013, dan meraih medali perunggu pada kejuaraan yang sama di tahun 2014. Kemudian mendapatkan medali perunggu dalam Thailand Open Championship 2015 di kelas Kata Perorangan, kemudian ditahun 2016 di perlombaan yang sama berhasil mendapatkan medali emas dalam kategori Kata Beregu yang diikuti oleh berbagai negara di Asia maupun Eropa.

            Bila menelisik lebih jauh dalam lagi, Atlet karate di Sumut khususnya Medan kurang terdengar ditelinga kita. Dibandingkan dengan provinsi – provinsi lain di Indonesia atlet karateka dari Medan tak terlalu dikenal masyarakat Indonesia bahkan kota Medan sendiri. Namun sosok Nanda ini mungkin mampu mendongkrak nama Sumut dibidang karate. Dengan perolehan medali perunggu yang ia hasilkan di ajang bergengsi PON XIX 2016 lalu.

            Selain menjadi seorang atlet, Nanda juga pernah menjadi seorang pelatih yang ditunjuk oleh IKANAS untuk mengajar kelas junior. Tepatnya diawal 2017 lalu Nanda melatih 7 karateka muda dikelas junior selama 3 bulan. Tibalah kejuaraan nasional Kapolri di Semarang menjadi bukti bahwa Nanda tidak hanya sukses sebagai seorang atlet melainkan juga sukses menjadi seorang pelatih. Jihan Nursyafira dan Rayan adalah 2 anak asuh Nanda yang meraih medali emas dalam ajang karate tersebut.

            Lengkaplah sudah bahwa di Medan ada sosok yag mampu mengangkat Sumut di bidang karate, dan membuktikan karate di kota Medan masih hidup dan terus beregenerasi, bukan hanya sebagai seorang atlet namun sekaligus menjadi seorang pelatih. Usia Nanda yang terbilang sangat muda yaitu 19 tahun adalah pemuda – pemuda bangsa yang berpotensial mengharumkan nama Sumut dan tentunya Indonesia lewat karate.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan