Chusnunia Berikan Nama Anak Gajah Di TNWK

Chusnunia Berikan Nama Anak Gajah Di TNWK

Lampung Timur – menginjak sepertiga pertama di Bulan Suci Ramadhan tepatnya pada hari ke – 9 puasa 1438 H, Bupati Lampung Timur, Chusnunia memberikan nama salah satu anak gajah yang telah lahir di Taman Nasioanal Way Kambas, Minggu (03/06/2017).

Hadir pula dalam acara tersebut, Kadis Pariwisata Provinsi Lampung, Budi Harto beserta rombongan, seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, serta komunitas Repost, Gading Art, Pepesfemz dari Pugung Raharjo, Komunitas Peduli Lampung, Hiphop, Saka Wana Bakti, IKAM Lampung Timur, dan serta beberapa awak media.

Menurut Arli Rasyid, “gajah yang lahir pada 30 Mei 2017 dengan berat 66,3 kg tersebut, sebelumnya dilakukan sayembara dalam pemberian nama, dan dimenangkan oleh nama Bupati Lampung Timur, sehingga diberi nama Nunik.

Ada beberapa nama alternatif yang kemarin disiapkan sebenarnya, ada Kamelia misalnya, namun terpilihlah nama yang mirip nama Bupati kita,” ujar Kabag Humas Setdakab Lampung Timur tersebut.

Terpisah, Chusnunia mengaku memberikan nama kepada bayi gajah Taman Nasional Way Kambas (TNWK) itu, mengingat dari lima ekor bayi gajah yang lahir sepanjang tahun 2016 dan pertengahan tahun 2017 di TNWK, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur belum pernah memberikan nama kepada bayi gajah TNWK.

“Saya usul kepada Pak Subakir selaku

Kepala Balai TNWK agar diberikan izin memberikan nama bayi gajah ini. Dan diizinkan oleh Pak Subakir,” ujar Chusnunia.

“Kelahiran enam ekor anak gajah dalam kurun waktu dua tahun ini patut disyukuri. Ini pertanda baik, dalam dua tahun ini banyak gajah yang lahir. Dan ini wajib disyukuri,” tambah Bupati Lampung Timur tersebut.

Dalam acara tersebut Chusnunia juga mengingatkan kepada seluruh yang hadir akan arti pentingnya memelihara kelestarian hutan atau alam. Dijelaskannya dengan melestarikan hutan atau alam berarti juga melestarikan kehidupan termasuk juga manusia didalamnya.

Tak lupa pada kesempatan itu juga, Chusnunia itu mendoakan sang gajah yang bernama Nunik tersebut, “semoga gajah ini betul- betul tumbuh sehat menjadi lestarinya alam Indonesia, dan melestarikan Taman Nasional Way Kambas,” panjatnya Bupati Lampung Timur yang juga akrab dipanggil Nunik tersebut.

Selanjutnya, Subakir mengatakan, tiga ekor anak gajah sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) lahir di hutan TNWK di Lampung Timur hingga memasuki pertengahan tahun 2017 pada rentang bulan Maret hinggai Mei 2017

Kelahiran tiga ekor anak gajah itu pertama pada Senin (20/3) lalu, satu bayi gajah betina lahir di Elephant Response Unit (ERU) Tegalyoso TNWK. Bayi gajah betina itu dilahirkan induknya Riska, dengan berat badan 85 kilogram.

Kemudian pada Senin (27/3), satu bayi gajah sumatera kembali dilahirkan di ERU Tegalyoso. Bayi satwa berbelalai yang merupakan satwa langka dan dilindungi di dunia ini dilahirkan berjenis kelamin jantan dari induknya Dona. Bayi gajah jantan ini memiliki berat badan 89 kilogram.

Lalu pada Rabu (31/5) ini, Pusat Konservasi Gajah (PKG) TNWK kembali kedatangan bayi gajah. Bayi gajah ini berjenis kelamin betina yang dilahirkan dari induknya Pleno dan memiliki berat badan 66,3 kilogram, tambahnya.

Mantan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Lampung ini menyatakan dengan diberikan nama bayi gajah betina oleh Bupati Lampung Timur ini, berarti masih terdapat dua ekor anak gajah yang belum diberi nama.

“Dengan diberikan nama kepada satu ekor bayi gajah oleh Bupati Lampung Timur ini, berarti masih ada dua ekor anak gajah yang belum diberikan nama, tapi sudah kami usulkan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tinggal menunggu saja namanya,” kata dia lagi.

Pemberian nama bayi gajah TNWK oleh Bupati Lampung Timur dilangsungkan dengan prosesi iringan shalawat dan mandi kembang anak gajah betina itu, dan ditutup dengan doa demi keselamatan bayi gajah. Lidia

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan