Aneh, Pembongkaran Gudang di Lebak Bulus Harus Dua Kali

Aneh, Pembongkaran Gudang di Lebak Bulus Harus Dua Kali

WhatsApp Image 2018-09-13 at 3.52.57 PMJakarta, Metrolima.com,- Sikap tegas Kasatpol PP Jakarta Selatan untuk menertibkan bangunan bermasalah, ternyata dinodai aksi kotor sejumlah oknum ASN, dengan kongkalingkong bersama pemilik bangunan, sehingga bangunan tidak dibongkar habis alias bongkar cantik.

Hal itu terjadi saat pembongkaran sebuah Gudang di Jl. Lebak Bulus Raya, Rt 01 Rw 07 yang tak memiliki IMB, Kamis (13/9/2018), ternyata dilakukan dengan tidak profesional.

Pembongkaran dipimpin oleh Kaops Satpol PP Jakarta Selatan, Lausman, mengerahkan puluhan kuli bongkar. Namun, pembongkaran ternyata dilakukan hanya dengan merapikan saja tanpa membongkar habis bangunan tersebut.

Pada pukul 11, pembongkaran diputuskan selesai, namun seorang wartawan mengkritisi proses pembongkaran tersebut, karena mendengar informasi dari staf pemilik bangunan bahwa pihaknya sudah bernegosiasi dengan oknum Satpol PP, agar bangunan tidak dibongkar habis.

Wartawan kristis tersebut lalu mengontak Kepala Satpol PP Jaksel, Ujang Hermawan via HP, bahwa pembongkaran tidak profesional alias cuma bongkar cantik.

Usai mendegar itu, Ujang Hermawan kemudian menghubungi Kaops Luasman, agar bangunan dibongkar kembali dan harus tuntas.

Namun, wartawan yang meliput pembongkaran di Jl.Lebak Bulus raya itu, sempat mendengar seorang kuli bongkar mengancam karena harus membongkar bangunan itu lagi. “Gua cape. Itu wartawan suruh pada pergi,” ancam kuli bongkar tersebut  sambil melotot ke arah wartawan.

Hingga sore, bangunan yang digunakan untuk gudang tersebut, akhirnya dibongkar hingga rata dengan tanah.

Pengamat perkotaan, Anshar Salahudin, mengatakan pembongkaran gudang di Lebak Bulus itu aneh karena harus dua kali.

Anshar menduga ada praktik kotor antara pemilik bangunan dengan oknum  Satpol PP, sehingga pembongkaran bangunan cuma sekedar saja.

Akibatnya, kata Anshar, pemilik bangunan yang bermasalah, tidak kapok dan merasa kebal hukum. “Bagaimana mau kapok itu pemilik bangunan, kalau pembongkaran bisa ‘diatur’ dengan oknum Satpol PP,” katanya. Wo/gun

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan