5 Cara Mudah Menghemat Air, Agar Kamu Bisa Selamatkan Dunia

5 Cara Mudah Menghemat Air, Agar Kamu Bisa Selamatkan Dunia

Jakarta – Setiap tanggal 22 Maret diperingati sebagai Hari Air Sedunia atau World Water Day. Peringatan ini ditujukan sebagai usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan mengelola air sebagai sumber daya berkelanjutan.

Pada tahun ini, tema yang diusung adalah Water for All: Leaving No One Behind. Yang berfokus tentang mengatasi krisis air dengan membahas alasan mengapa begitu banyak orang yang tertinggal.

Air menjadi salah satu barang mahal yang bisa didapat dengan mudah di negara-negara maju, namun juga bisa menaruhnya jadi risiko karena penggunaannya yang boros. Bisa dimulai dari dirimu, berikut 5 cara mudah menghemat air, dirangkum dari Daily Mail:

  1. Jangan biarkan keran menetes

    Saat kita menggosok gigi atau mencuci muka terkadang kita membiarkan air keran mengalir. Kebiasaan tersebut justru termasuk boros, oleh karena itu biasakan untuk mematikan keran jika kita tak sedang menggunakan airnya, lalu nyalakan kembali saat kamu membutuhkannya.

    2. Masak air secukupnya

    Seringkali kita memasak air (untuk minum teh atau kopi, atau sekedar masak mie) tanpa memperhitungkan kebutuhan kita, dan saat menyisakan air justru dibuang. Isilah panci atau ketel air secukupnya, dengan begitu kamu tak hanya menghemat air namun juga menghemat listrik atau gas..

  2. Jangan berlama-lama mandi

    Siapa yang suka berlama-lama mandi? Berhenti mandi lama merupakan cara termudah untuk menghemat air yang bisa kita lakukan. Mengganti bak mandi dengan shower juga bisa menjadi salah satu caranya, namun jangan membiarkannya menyala saat kamu sedang menggunakan sabun atau sampo. Jika kamu menggunakan water heater, saat menunggu air menjadi hangat kamu bisa menampungnya dulu di ember yang bisa kamu gunakan nanti untuk hal-hal lainnya.

  3. Tampung air hujan

    Kita bisa memanfaatkan musim hujan dengan membuat penampungan air. Penampungan air ini bisa kamu gunakan untuk beberapa keadaan darurat, dan juga untuk menyirami kebun karena tanaman lebih menyenangi air hujan yang alami. Akan tetapi perlu dicatat, penampungan air perlu dipantau dan ditutup rapat saat musim hujan karena berisiko menjadi tempat nyamuk aedes aegypti bertelur dan menyebarkan penyakit DBD.

  4. Jangan abaikan bocor

Jangan abaikan saat kamu mendengar suara tetesan air yang terjadi akibat pipa bocor atau keran yang rusak. Segera perbaiki kebocoran yang terjadi, karena bisa saja air yang terbuang bisa untuk menghidupimu beberapa hari, minggu atau bahkan bulan. Atau jika belum mampu untuk memperbaikinya, tampung air yang bocor untuk digunakan dalam kesempatan lain.

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Tinggalkan Balasan